Find anything on DBL Indonesia

Persaingan Ketat Grup A Putra dan Putri Warnai Babak Utama

dblindonesia.com - 11 February 2019

SURABAYA – Sorakan peserta technical meeting Junior DBL East Java Series 2018-2019 – Babak Utama kembali pecah saat tim putra SMP Gloria 1 Surabaya mendapatkan undian A2 di sesi drawing grup. Pasalnya, grup A sudah ada tiga sekolah yang sangat dihindari di musim ini. Yaitu juara musim lalu Nation Star Academy Surabaya, SMP Petra 1 Surabaya serta SMP Petra 4 Sidoarjo yang juga pernah menjuarai Junior DBL East Java Series di musim 2014.

Tak hanya di sektor putra, grup A sektor putri juga sajikan persaingan sengit. Tim putri NSA memiliki kesempatan revans dengan SMP Angelus Custos 1 Surabaya lebih awal. Sebelumnya, NSA harus menerima kekalahan mereka di musim 2016 pada babak sweet sixteen. Selain itu ada dua tim lain yang siap menunjukkan ketajamannya di musim ini. Yaitu SMPN 1 Mojokerto dan SMPN 17 Surabaya.

Menurut Coach NSA, Endro Rosani yang musim lalu berhasil mengawinkan gelar Junior DBL East Java Series 2017-2018 menuturkan bahwa persaingan di grup A putra dan putri akan panas. Apalagi, coach Endro sangat mengantisipasi permainan dari tim putri SMP Angelus Custos 1 Surabaya dan tim putra SMP Petra 1 Surabaya.

“Keduanya adalah lawan yang berat. Secara persentase kemenangan, tim NSA berimbang ketika bertemu. Meski dihuni tim besar, kami tidak takut dan semakin tertantang untuk menjaga titel champion ini.,” tukasnya.

Tak hanya di grup A technical meeting yang diselenggarakan di DBL Academy Pakuwon Surabaya Minggu (9/2) kemarin juga mempertemukan beberapa tim baru yang berlaga di Junior DBL. Diantaranya ada tim putri SMPN 2 Mojokerto yang siap unjuk gigi saat berhadapan dengan SMP Ciputra Surabaya, SMP Cita Hati West Surabaya dan SMPN 6 Sidoarjo di grup B.

Selain drawing tim putra dan tim putri technical meeting kemarin juga digunakan untuk sosialisasi regulasi baru guna meningkatkan kesempatan para pemain basket SMP agar mendapatkan lebih banyak pengalaman di lapangan.

Salah satu yang paling menggembirakan adalah diperbolehkannya siswa kelas 7 berpartisipasi di musim ini. Sebelumnya, mereka harus menunggu hingga kelas 8 untuk bisa mengharumkan nama sekolahnya. Lalu, di minute play, setiap pemain basket di dalam tim wajib bermain selama enam menit yang diakumulasi dari kuarter satu hingga tiga.

“Di musim lalu, mereka (para pemain basket SMP) diwajibkan bermain empat menit tanpa akumulasi di kuarter satu atau dua. Dengan peningkatan minute play ini, DBL Indonesia ingin menunjukkan konsistensi kami dalam meningkatkan bakat dan kemampuan pemain basket dari usia dini,” ujar Ruth Meta, Basketball Operation Junior DBL East Java Series 2018-2019. (*) 

Administrator

SHARE THIS

OFFICIAL PARTNER

OFFICIAL SUPPLIERS

SUPPORTING PARTNER

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments